Berlari saat sore hari pada saat hujan
Berlari saat sore hari pada saat hujan
Orientasi
Pada hari Selasa, 17 November 2025, sekitar pukul 16.15, saya dan teman saya Triadi pergi ke alun-alun untuk lari seperti biasa. Waktu itu langit sudah mendung, tapi kami tetap berangkat karena memang sudah niat latihan. Saat pemanasan baru mulai, hujan turun perlahan. Sempat terpikir buat berhenti, tapi suasana di alun-alun yang hening dan udara yang dingin malah bikin kami jadi tetap ingin lari. Lagi pula, kami sudah sepakat buat terus latihan demi cita-cita kami.
Rangkaian Peristiwa
Kami mulai berlari mengitari alun-alun dengan langkah pelan karena jalanan mulai basah. Hujan tipis membuat suasana jadi tenang sekali. Hanya terdengar suara hujan jatuh di daun dan langkah kaki kami berdua. Meskipun baju mulai basah, rasanya malah nyaman
Saya dan Triadi terus berlari sambil ngobrol kecil, sesekali tertawa ketika hujan tiba-tiba jatuh lebih deras ke wajah. Udara dingin bikin nafas jadi lebih ringan, dan entah kenapa malah bikin semangat bertambah. Kami juga saling mengingatkan bahwa latihan seperti ini penting kalau mau tetap kuat dan tidak mudah menyerah demi cita-cita kami. Tanpa kami sadari, sudah lebih dari 5 km kami berlari keliling alun-alun.
Setelah beberapa putaran, hujan mulai agak deras. Kami berhenti sebentar di bawah pohon besar untuk berteduh. Dari situ, kami melihat alun-alun yang basah dan sepi. Suasananya benar-benar hening dan menenangkan. Walaupun kuyup kami basah, kami merasa puas karena bisa menyelesaikan lari hari itu meskipun hujan.
Reorientasi
Sore itu bikin saya dan Triadi sadar kalau lari saat hujan justru punya rasa yang beda. Suasananya tenang, segar, dan membuat pikiran lebih ringan. Yang paling penting, kami merasa langkah kecil seperti ini bisa membawa kami lebih dekat ke cita-cita kami. Sejak hari itu, hujan ringan tidak pernah menjadi alasan membuat kami berhenti berlari
TERIMAKASIH TELAH MEMBACA PENGALAMAN SAYA DENGAN TEMAN SAYA SAAT HUJAN HUJANAN.
Comments
Post a Comment